Popular posts

Showing posts with label Profil Sang Panglima. Show all posts

Sifat Fisik Rasulullah SAW


Para ulama menfatwakan bahwa sesungguhnya bagian dari iman yang sempurna terhadap Nabi Muhammad saw adalah mempercayai bahwa Allah swt menciptakan jasad Nabi Muhammad saw yang mulia dalam rupa yang tidak ada kesamaannya, sebelum dan sesudanya. Beliau diciptakan oleh Allah swt dengan bentuk dan rupa yang paling indah yang mencakup seluruh keindahan dan ketampanan.

Rasulullah saw adalah orang yang paling tampan dan menawan bila dipandang dari jauh dan sangat bagus dan manis bila dipandang dari dekat.

Al-Barro' bin Azib berkata, ''aku belum pernah melihat orang berjamban hitam dan berbaju merah yang lebih bagus daripada Rasulullah saw''.

Abu Hurairah berkata, ''saya tidak melihat sesuatu yang lebih indah daripada wajah Rasulullah saw, seolah-olah matahari bergerak di wajahnya, dan ketika senyum wajahnya berkilau seperti bulan purnama''.

Anas bin Malik r.a berkata, ''saya tidak pernah menyentuh sutera yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah saw, dan saya tidak pernah mencium aroma apapun yang lebih harum daripada Rasulullah saw''.

Ali bin Abi Thalib K.w. Apabila melukiskan fisik Rasulullah saw , selalu berkata, ''Rasulullah tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, sedang perawakannya diantara setiap kelompok orang, rambutnya tidak keriting dan tidak lurus, tetapi mirip berombak, tidak terlalu gemuk badannya, dan tidak terlalu bulat wajahnya, lembut pipinya dan berwarna putih kemerahan, sangat hitam dan lebar matanya serta lentik bulu matanya, berambut dadanya, indah dan besar pangkal pundaknya. Apabila menoleh, maka menoleh secara sempurna, dan jika berjalan agak bergoyang dan tegap. Diantara dua pundaknya terdapat tanda kenabian. Beliau Nabi terakhir, penutup nabi-nabi , lapang dada, tanggap dan fasih, lembut wataknya dan bagus pergaulannya, orang yang melihatnya secara spontan pasti takut karena wibawanya dan orang yang biasa bergaul dengannya pasti mencintainya, orang yang melukiskan Beliau akan berkata: saya belum pernah melihat orang seperti beliau sebelum maupun sesudahnya (HR. Tirmidzi).

Mari kita Bershalawat kepadanya,, Shollu 'Ala Nabii Muhammad...

Sumber: buku berjudul 'Aqidah Ahlussunnah wal jama'ah (Aswaja) oleh Al Habib Zainal Abidin Al Alawy.

Hal dan Amalan yang Disukai dan Tidak disukai Rasulullah SAW

Monday, February 25, 2013


Hal-hal yang disukai Nabi

·         Kekaguman Nabi dengan jumlah umatnya yang banyak
·         Nabi suka olahraga memanah
·         Menyukai kesabaran dan kehati-hatian
·         Menyukai perkataan yang baik

Hal-hal yang dibenci Nabi

·         Membenci kufur, fusuq, maksiat
·         Ramalan
·         Mengadu nasib
·         Pengaruh jahat
·         Kebohongan
·         Pengangkatan pemimpin yang lemah
·         Mereka yang mengambil harta anak yatim
·         Membenci banyak Tanya
·         Membenci menganggap diri sendiri suci
·         Membenci tidur sebelum shalat isya
·         Menumpuk harta
·         Menunda-nunda sedekah

Amalan yang disukai Nabi SAW

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ

Qutaibah menuturkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah -radhiyallahu’anha-, dia berkata, “Amal yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang dikerjakan secara terus menerus oleh pelakunya.” (HR. Bukhari dalam Kitab ar-Riqaq)

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ وَقَالَ اكْلَفُوا مِنْ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ

Muhammad bin Ar’arah menuturkan kepadaku. Dia berkata; Syu’bah menuturkan kepada kami dari Sa’d bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Aisyah radhiyallahu’anha, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” (HR. Bukhari dalam Kitab ar-Riqaq).

Warna yang disukai Rasulullah SAW

            Selama ini mungkin kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah atau Islam identik dengan warna hijau. Sebenarnya apa warna-warna favorit Rasulullah Muhammad saw?
Annas bin Malik mengatakan,
“Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.”
Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata :
” Yang amat disukai oleh Nabi saw ialah warna putih.”
Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan:
“Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.”
Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata:
“Aku pernah melihat Nabi saw memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya…”
Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya :
“Pernah Rasulullah saw berpakaian yang bercorak merah pada dua hari raya dan pada hari Jumat.”
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata :
“Pernah Nabi saw keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna abu-abu.”
Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Anas r.a, beliau pernah melihat :
“Nabi saw menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercorak-corak warnanya.”

Makanan yang disukai Rasulullah
·        
           Kurma

            Kurma tak hanya nikmat dijadikan menu berbuka puasa. selain sunnah nabi berbuka puasa dengan kurma, ternyata kurma mengandung banyak manfaat dan khasiat yang bagik bagi kesehatan. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usu dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.
            Penelitian terbaru menyebutkan bahwa, buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah SWT memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan. Dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

·         Susu Kambing

            Menurut Journal of American Medicine, susu kambing adalah makanan paling lengkap yang diketahui. Ia mengandung vitamin, mineral, elektrolit, unsur kimiawi, enzim, protein, dan asam lemak yang mudah dimanfaatkan tubuh Anda. Bahkan, tubuh Anda dapat mencerna susu kambing hanya dalam 20 menit. Bandingkan dengan 2-3 jam yang dibutuhkan untuk mencerna susu sapi!
            Susu kambing adalah susu yang paling mirip dengan susu ibu dari segi komposisi, nutrisi, dan sifat kimia alami. Hal ini membuat susu kambing menjadi makanan ideal untuk menyapih anak. Eter gliserol yang jauh lebih tinggi pada susu kambing dibandingkan pada susu sapi juga membuat beberapa dokter merekomendasikannya untuk perawatan gizi bayi yang baru lahir.
            Gejala-gejala seperti gangguan pencernaan, muntah, kolik, diare, sembelit dan masalah pernafasan dapat dihilangkan ketika susu kambing diberikan kepada bayi. Namun demikian, bila Anda memiliki bayi di bawah tiga tahun dan ingin memberikan susu kambing sebagai alternatif susu formula, berkonsultasilah dengan dokter Anda terlebih dahulu.
            Meskipun susu kambing adalah jenis susu yang disebut-sebut dalam Al Quran dan Alkitab dan meskipun di seluruh dunia lebih banyak orang meminum susu kambing daripada susu sapi, kita di Indonesia tidak terbiasa meminumnya. Orang Baratlah (Belanda) yang membiasakan kita semua lebih suka meminum susu sapi daripada susu
·         Madu
            Madu ternyata sangat baik untuk kesehatan kita. Madu dapat menyembuhkan dan mencegah berbagai macam penyakit dalam tubuh kita. Jadi tidak heran jika banyak orang yang mencari madu untuk dikonsumsi sehari-hari atau digunakan untuk mengobati penyakit.
Madu merupakan zat yang banyak mengandung gizi yang baik untuk tubuh. Diantaranya adalah protein, asam amino, karbohidrat, vitamin, mineral serta zat-zat lain yang bermanfaat seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Madu mengandung senyawa asetikolin yang dapat berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan dapat menurunkan tekanan darah. Madu juga kaya Antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Selain kandungan bahan diatas, madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organik seperti asam malat, sitrat, laktat, dan oksalat.

Berikut manfaat madu :


  •  Mengobati luka bakar.
  •  Memperkuat janin lemah didalam kandungan.
  •  Membantu meningkatkan perkembangan sel otak pada balita.
  •  Meningkatkan nafsu makan
  •  Dapat menurunkan kadar gula untuk penderita diabetes
  •  Mencegah maag, radang usus, dan infeksi lambung
  •  Menghancurkan batu ginjal batu kandung kemih
  •  Menghilangkan nyeri sakit gigi
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah

·                       Saya baru saja baca artikel tentang bahaya minum air putih sambil berdiri (lihat di sini). Dan dalam ajaran Sunnah Rasulullah, minum air sambil berdiri adalah salah satu perbuatan yang dibenci Rasulullah. Tapi saya baru mendapat penjelasan ilmiahnya di sini.

·                         Lalu saya teringat dengan pekerjaan lainnya yang tidak disukai Rasulullah, yaitu meniup makanan dan minuman (terutama yang masih panas). Bapak saya yang mulai memasuki senja pernah kasih penjelasan, kalau kita terbiasa meniup makanan atau minuman, CO2 yang keluar dari mulut kita akan menempel dan kembali masuk ke dalam tubuh kita. Padahal, zat ini sama sekali tidak dibutuhkan oleh tubuh. Terkait dengan minum sambil berdiri, saya mencoba mencari penjelasan tentang meniup makanan. Ternyata saya dapat keterangan di sini dan di sini. Singkatnya dari kedua tautan itu, bahwa uap air panas yang mengandung senyawa H2O yang bertemu dengan nafas kita yang mengandung senyawa CO2 bisa menimbulkan senyawa asam karbonat (H2CO3).
·               (H2CO3) yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan akan mengakibatkan ketidakseimbangan asam basa; terlalu sedikit asam dan kebanyakan basa, atau kebanyakan asam dan kekurangan basa. Akibatnya darah yang bertugas membawa O2 tidak seimbang dan akan memicu kita bernafas lebih cepat dan dalam. Bayangkan kalau tiap hari tiap waktu kita menarik nafas dalam dan lebih cepat. Ngos-ngosan pasti. Kalau begitu, tunggu saja biar air itu dingin secara alami.



Sifat Ruhani / Akhlak Nabi Muhammad SAW

Friday, February 22, 2013
Kesempurnaan Jiwa dan Kemuliaan Akhlak

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lain daripada yang lain karena kefasihan bicaranya, kejelasan ucapannya, yang selalu disampaikan pada kesempatan yang paling tepat dan di tempat yang tidak sulit diketahui, lancar, jernih kata-katanya, jelas pengucapan dan maknanya, mengkhususkan pada penekanan-penekanan hukum, mengetahui logat-logat bangsa Arab, berbicara dengan kafilah bangsa Arab menurut logat masing-masing, berdialog dengan mereka menurut bahasa masing-masing, ada kekuatan pola bahasa Badui yang cadas berhimpun pada dirinya, begitu pula kejernihan dan kejelasan cara orang bicara orang yang sudah beradab, berkat kekuatan datang dari Ilahi dan dilantarkan lewat wahyu. Beliau adalah orang yang lembut, murah hati, mampu menguasai diri, suka memaafkan ketika memegang kekuasaan dan sabar saat ditekan. Ini semua merupakan sifat-sifat yang diajarkan Allah.
Orang yang murah hati bisa saja tergelincir dan terperosok. Tetapi sekian banyak gangguan yang tertuju kepada beliau justru menambah kesabaran beliau. Tingkah pola orang-orang bodoh yang berlebih-lebihan justru menambah kemurahan hati beliau. Aisyah berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam harus memilih di antara dua perkara, tentu beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya, selagi itu bukan dosa. Jika suatu dosa, maka beliaulah orang yang paling menjauh darinya. Beliau tidak membalas untuk dirinya sendiri kecuali jika ada pelanggaran terhadap kehormatan Allah, lalu beliau membalas karena Allah. Beliau adalah orang yang paling tidak mudah marah dan paling cepat ridha.”

Di antara sifat kemurahan hati dan kedermawanan beliau yang sulit digambarkan bahwa beliau memberikan apa pun dan tidak takut menjadi miskin. Ibnu Abbas berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau paling menonjol adalah pada bulan Ramadhan saat dihampiri Jibril beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, untuk mengajarkan Alquran kepada beliau. Beliau benar-benar orang yang paling murah hati untuk hal-hal yang baik lebih hebat.”
Jabir berkata, “Tidak pernah beliau dimintai sesuatu, lalu menjawab, “Tidak.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kebenaran, patriotisme, dan kekuatan yang sulit diukur dan tidak terlalu sulit untuk diketahui di mana keberadaannya. Beliau adalah orang yang paling pemberani mendatangi tempat-tempat yang paling sulit. Berapa banyak para pemberani dan patriot yang justru lari dari hadapan beliau. Beliau adalah orang yang tegar dan tidak bisa diusik, terus maju dan tidak mundur serta tidak gentar. Siapa pun orang pemberani tentu akan lari menghindar dari hadapan beliau. Ali berkata, “Jika kami sedang dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tak seorang pun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau.”

Anas berkata, “Suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh sebuah suara. Lalu orang-orang semburat menuju ke sumber suara tersebut. Mereka bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah kembali dari sumber suara tersebut. Beliau lebih dahulu datang ke sana daripada mereka. Saat itu beliau menunggang kuda milik Abu Thalhah dan di leher beliau ada pedang. Beliau bersabda, “Kalian tidak usah gentar. Kalian tidak usah gentar!”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling malu dan suka menundukkan mata. Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Beliau adalah orang yang lebih pemalu daripada gadis di tempat pingitannya. Jika tidak menyukai sesuatu, maka bisa diketahui dari raut mukanya.”
Beliau tidak pernah lama memandang ke wajah seseorang, menundukkan pandangan, lebih banyak memandang ke arah tanah daripada memandang ke arah langit, pandangannya jeli, tidak berbicara langsung di hadapan seseorang yang membuatnya malu, tidak menyebut nama seseorang secara jelas jika beliau dengar sesuatu yang kurang disenanginya, tetapi beliau bertanya, “Mengapa orang-orang itu berbuat begitu?” Beliau memang pas seperti yang dikatakan Al-Farazdaq dalam syairnya,
“Menunduk karena malu dan menunduk karena enggan tiada berbiacara dengan seseorang kecuali saat tersenyum.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling adil, paling mampu menahan diri, paling jujur perkataannya, dan paling besar amanatnya. Orang yang mendebat dan bahkan musuh beliau pun mengakui hal ini. Sebelum nubuwah beliau sudah dijuluki Al-Amin (orang yang dipercaya). Sebelum Islam dan pada masa Jahiliyah beliau juga ditunjuk sebagai pengadil. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ali, bahwa Abu Jahl pernah berkata kepada beliau, “Kami tidak mendustakan apa yang engkau bawa.” Karena itu kemudian Allah menurunkan ayat tentang orang-orang yang mendustakan itu.
فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِئَايَاتِ اللهِ يَجْحَدُونَMereka sebenarnya bukan mendustakan kamu tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (QS. Al-An’am: 33)
Heraklius mengajukan pertanyaan kepada Abu Sufyan, “Apakah kalian menuduhnya dusta sebelum mengatakan apa yang dia katakan?” Abu Sufyan menjawab, “Tidak.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tawadhu’ (rendah hati) dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan terhadap para raja. Beliau biasa menjenguk orang sakit, duduk bersama orang miskin, memenuhi undangan hamba sahaya, duduk di tengah para sahabat, sama seperti keadaan mereka. Aisyah berkata, “Beliau biasa menambal terompahnya (sandal), menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri, seperti yang dilakukan salah seorang di antara kalian di dalam rumahnya. Beliau sama dengan orang lain, mencuci pakaiannya, memerah air susu dombanya, dan membereskan urusannya sendiri.”
Beliau adalah orang yang paling aktif memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus akhlaknya, paling jauh dari akhlak yang buruk, tidak pernah berbuat kekejian dan menganjurkan kepada kekejian, bukan termasuk orang yang suka mengumpat dan mengutuk, bukan termasuk orang yang suka membuat hiruk pikuk di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa tetapi memaafkan dan lapang dada, tidak membiarkan seseorang berjalan di belakangnya, tidak mengungguli hamba sayaha dan pembantunya dalam masalah makan dan pakaian, membantu orang yang justru seharusnya membantu beliau, tidak pernah membentak pembantunya yang tidak beres atau tidak mau melaksanakan perintahnya, mencintai orang-orang miskin dan suka duduk-duduk bersama mereka, menghadiri jenazah mereka, tidak mencela orang miskin karena kemiskinannya.

Dalam sebuah perjalanan, beliau memerintahkan untuk menyembelih seekor domba. Seseorang berkata, “Akulah yang akan menyembelihnya.” Yang lain berkata, “Akulah yang akan mengulitinya.” Yang lain berkata, “Akulah yang akan memasaknya.” Lalu beliau bersabda, “Akulah yang akan mengumpulkan kayu bakarnya.” Mereka berkata, “Kami akan mencukupkan bagi engkau.”
Beliau bersabda, “Aku sudah tahu kalian akan mencukupkan bagiku. Tetapi aku tidak suka berbeda dari kalian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai hamba-Nya yang berbeda di tengah-tengah rekan-rekannya. Setelah itu beliau bangkit lalu mengumpulkan kayu bakar.”
Kita beri kesempatan kepada Hindun bin Abu Halah untuk menggambarkan sifat-sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti tampak berduka, terus menerus berpikir, tidak punya waktu untuk istirahat, tidak berbicara jika tidak perlu, lebih banyak diam, memulai dan mengakhiri perkataan dengan seluruh bagian mulutnya dan tidak dengan ujung-ujungnya saja, berbicara dengan menggunakan kata-kata yang luas maknanya, terinci tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, dengan nada yang sedang-sedang, tidak terlalu keras dan tidak terlau pelan, mengagungkan nikmat sekalipun kecil, tidak mencela sesuatu, tidak pernah mencela rasa makanan dan tidak terlalu memujinya, tidak terpancing untuk cepat-cepat marah jika ada sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, tidak marah untuk kepentingan dirinya, lapang dada, jika memberi isyarat beliau memberi isyarat dengan seluruh telapak tangannya, jika sedang kagum beliau dapat membalik kekagumannya, jika sedang marah beliau berpaling dan tampak semakin tua, jika sedang gembira beliau menundukkan pandangan matanya. Tawanya cukup dengan senyuman, yang senyumnya mirip dengan butir-butir salju.

Beliau menahan lidahnya kecuali untuk hal-hal yang dibutuhkan, mempersatukan para sahabat dan tidak memecah belah mereka, menghormati orang-orang yang memang dihormati di setiap kaum dan memberikan kekuasaan kepadanya atas kaumnya, memperingatkan manusia, bersikap waspada terhadap mereka, tanpa menyembunyikan kabar gembira yang memang harus diberitahukan kepada mereka.
Beliau mengawasi para sahabat, menanyakan apa yang terjadi di antara manusia, membaguskan yang bagus dan membenarkannya, memburukkan yang buruk dan melemahkannya, sederhana dan tidak macam-macam, tidak lalai karena takut jika mereka lalai dan bosan, setiap keadaan bagi beliau adalah normal, tidak kikir terhadap kebenaran, tidak berlebih-lebihan kepada orang lain, berbuat lemah lembut kepada orang yang paling baik. Orang yang paling baik di mata beliau adalah orang yang paling banyak nasihatnya, dan orang yang paling besar kedudukannya di mata beliau adalah orang yang paling baik perhatian dan pertolongannya.
Beliau tidak duduk dan tidak bangkit kecuali dengan dzikir, tidak membatasi berbagai tempat dan memilih tempat yang khusus bagi beliau, jika tiba di suatu pertemuan beberapa orang, beliau duduk di tempat yang paling akhir di dalam pertemuan itu dan beliau memerintahkan yang demikian itu, memberikan tempat kepada setiap orang yang hadir dalam pertemuan beliau sehingga tidak ada orang yang hadir di situ bahwa seseorang merasa lebih terhormat dari beliau. Siapa pun yang duduk bersama beliau atau mengajaknya bangkit untuk keperluan, maka dengan sabar beliau melayaninya sehingga orang itulah yang beranjak dari hadapan beliau. Siapa pun yang meminta suatu keperluan, maka beliau tidak pernah menolaknya. Beliau selalu membuka diri kepada manusia, sehingga beliau layaknya bapak bagi mereka. Mereka selalu berdekatan dengan beliau dalam masalah kebenaran, menjadi utama di sisinya karena takwa. Majelisnya adalah majelis yang dipenuhi kemurahan hati, malu, sabar, dan amanat, tidak ada suara yang melengking, tidak dikhawatirkan ada pelanggaran terhadap kehormatan, mereka saling bersimpati dalam masalah ketakwaan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, dan mengasihi orang asing.

Beliau senantiasa gembira, murah hati, lemah lembut, tidak kaku dan keras, tidak suka mengutuk, tidak berkata keji, tidak suka mencela, tidak suka memuji, pura-pura lalai terhadap sesuatu yang tidak menarik dan tidak tunduk kepadanya, meninggalkan tiga perkara dari dirinya: riya, banyak bicara, dan membicarakan sesuatu yang tidak perlu. Beliau meninggalkan manusia dari tiga perkara: tidak mencela seseorang, tidak menghinanya, dan tidak mencari-cari kesalahannya. Beliau tidak berbicara kecuali dalam hal-hal yang beliau mengharapkan pahalanya. Jika beliau berbicara, orang-orang yang hadir di majelisnya diam, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Jika beliau diam, maka mereka baru bicara. Mereka tidak berdebat di hadapan beliau. Jika ada seseorang berbicara saat beliau berbicara, mereka menyuruhnya diam sehingga beliau selesai berbicara. Beliau tersenyum jika ada sesuatu yang membuat mereka tersenyum, mengagumi sesuatu yang membuat mereka kagum, sabar mengahadapi kekasaran orang asing. Beliau bersabda, ‘Jika kalian melihat orang yang ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, maka bantulah ia.’ Beliau tidak mencari pujian kecuali dari orang yang memang pantas.”
Kharijah binti Zaid berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling mulia di dalam majelisnya, hampir tidak ada yang keluar dari pinggir bibirnya. Beliau lebih banyak diam, tidak berbicara yang tidak diperlukan, berpaling dari orang yang berbicara dengan cara yang tidak baik. Tawanya berupa senyuman, perkataannya terinci, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Para sahabat tertawa jika beliau tersenyum, karena mereka hormat dan mengikuti beliau.”
Secara umum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah gudangnya sifat-sifat kesempurnaan yang sulit dicari tandingannya. Allah membimbing dan membaguskan bimbingan-Nya sampai-sampai Allah berfirman terhadap beliau seraya memuji beliau,
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam: 4)
Sifat-sifat yang sempurna inilah yang membuat jiwa manusia merasa dekat dengan beliau, membuat hati mereka mencintai beliau, menempatkan beliau sebagai pimpinan yang menjadi tumpuan harapan hati. Bahkan orang-orang yang dulunya bersikap keras terhadap beliau berubah menjadi lemah lembut, hingga akhirnya manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.
Sifat-sifat yang sudah disebutkan di sini hanya sebagian kecil dari gambaran kesempurnaan dan keagungan sifat-sifat beliau. Hakikat sebenarnya yang menggambarkan sifat dan ciri-ciri beliau adalah sesuatu yang tidak bisa diketahui secara persis hingga detil-detilnya. Adakah orang yang mengaku bisa mengetahui hakikat diri manusia yang paling sempurna dan mendapat cahaya Rabbnya sehingga akhlaknya pun adalah Alquran?
Ya Allah, rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Sumber: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahma al-Mubarakfuri, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan 2 2009


Sifat Jasmani Rasulullah SAW



Kalam As-Sayyid Al-Allamah Muhammad bin Alawi Al-Maliki

            Tubuh Rasulullah SAW tidak tinggi, juga tidak pendek. Warna kulitnya tidak terlalu putih dan tidak terlalu coklat. Juga rambutnya, tidak terlalu keriting dan tidak pula sangat lurus. Ketika wafat, pada kepala beliau hanya ada dua puluh helai uban. Tubuh beliau amat baik, berdada lebar hingga dua belah pundaknya, tampak agak berjauhan. Rambut beliau kadang-kadang dibiarkan panjang hingga menyentuh pundak, kadang dipotong pendek hingga hanya sampai pada bagian bawah telinga. Beliau berjanggut lebat. Dua tapak tangan dan jari-jarinya berkulit tebal.
Kepala dan tulang lehernya besar dan kuat. Bentuk wajahnya agak bulat. Beliau bermata lebar dengan bagian tengah berwarna hitam pekat serta bulu mata yang panjang lentik. Penghujung matanya (saluran air mata) nampak berwarna kemerah-merahan. Di bagian tengah dada, dari atas memanjang ke bawah hingga pusar banyak tumbuh rambut halus bagaikan lembaran memanjang. Beliau berjalan kuat-kuat sampai membongkok sedikit seolah-olah sedang berjalan menurun. Wajah beliau bersinar berseri-seri dan cerah bagaikan bulan purnama.

            Suara beliau nyaring terdengar, dua belah pipinya rata pada permukaan wajahnya, dan bagian rahangnya tampak kokoh. Rata pada bagian dada dan perut. Dari bagian bawah bahu hingga lengan kedua tangannya tumbuh rambut halus, demikian juga pada bagian atas dada. Dua pergelangan tangan beliau tampak kuat dan agak panjang. Dua tapak tangannya besar dan lebar, tidak terlalu padat dengan daging. Pada bagian bawah bahu belakang sebelah kiri terdapat khatam an-nubuwwah (stempel kenabian) tampak seperti bulatan telur merpati.
Apabila beliau sedang berjalan agak cepat, tanah yang diinjak seolah-olah bergulung-gulung di depannya. Langkah kakinya sama sekali tidak dipaksa-paksakan. Beliau menutupi kepalamya, dan menanggalkan tutup kepalanya sewaktu-waktu membiarkan rambut terurai dan menyisir janggutnya. Beliau memakai celak yang terbuat dari itsmid setiap malam, dengan mengusapkannya pada tiap kelopak mata tiga kali sebelum tidur.

            Pakaian yang beliau sukai adalah gamis berwarna putih dan habrah (jenis pakaian terbuat dari bulu berwarna agak kemerah-merahan). Lengan gamis beliau memanjang hingga pergelangan tangan. Pada saat-saat badan letih, beliau memakai pakaian longgar berwarna merah tua (agak coklat), izar (semacam sarung) dan rida (kain penutup punggung). Adakalanya beliau memakai pakaian rangkap berwarna seperti warnah tanah (afar). Kadang-kadang beliau memakai jubah agak sempit dengan lengan panjang, dan kadang-kadang juga memakai gaba (semacam gamis berlengan melebihi panjang tangan hingga ujungnya dapat di masukkan ke dalam gamis). Ada kalanya juga beliau memakai imamah (sorban) berwarna hitam dan menyampirkan kedua ujungnya di atas bahu beliau. Kadang-kadang beliau suka memakai kisa (semacam kain selimut atau kain panas) terbuat dari bulu. Beliau memakai cincin khauf (semacam sepatu terbuat dari kain tebal) dan terompah (na’l).

[Diambil dari Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad S.A.W., Sayyid Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas Al-Maliki Al-Hasani, hal. 27]

ADDITIONAL NOTE :

Seorang fans pasti sangat mudah membayangkan idolanya kapan saja. Begitupun sebagai seorang muslim, wajar jika kita berusaha membayangkan idola kita, Rasulullah Muhammad SAW. Untungnya, walaupun tidak ada referensi foto atau gambar beliau (karena memang tidak diperkenankan), banyak para sahabat Rasulullah SAW yang telah menyampaikan ciri fisik beliau dalam hadits-hadits.
Ciri fisik Rasulullah Muhammad SAW yang disebutkan para sahabat tersebut, antara lain adalah sebagai berikut:
  • Berpostur tubuh sedang dan tegap;
  • Tinggi tubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pendek;
  • Warna kulitnya sedang dan cerah, tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam;
  • Sendi-sendi tulang beliau kuat;
  • Bentuk kepala beliau agak besar dan kuat;
  • Rambutnya tidak keriting, namun juga tidak lurus. Agak berombak;
  • Rambutnya cukup tebal, panjangnya sampai batas telinga;
  • Memiliki dahi yang lebar;
  • Wajah beliau bercahaya;
  • Alis mata melengkung dan tebal. Diantara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut bila beliau emosi atau bergairah;
  • Warna mata hitam dan bulu mata yang panjang. Terlihat garis-garis merahnya;
  • Hidung beliau agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika kita pertama kali melihatnya, padahal tidak demikian sebenarnya;
  • Mulut beliau sedang, agak lebar;
  • Gigi beliau putih cemerlang dan agak renggang;
  • Memiliki jenggot hitam dengan uban putih. Jenggotnya tipis tapi penuh rata sampai di pipi;
  • Bahunya bidang (lebar) dan kokoh;
  • Memiliki dada, tangan dan kaki yang kekar;
  • Pergelangan tangan beliau cukup panjang;
  • Jari jemari tangan dan kaki beliau tebal dan lentik memanjang;
  • Telapak tangan dan kaki beliau agak lebar dan padat berisi;
  • Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan terlihat proporsional;
  • Memiliki tanda kenabian di antara tulang belikat;
  • Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya;
  • Lengan dan dada bagian atas beliau berbulu;
  • Terdapat bulu-bulu halus tumbuh di dada beliau dan terus kebawah hingga pusar;
  • Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup bulu lebat satupun nampak bersih dan bercahaya;
  • Tumit beliau langsing;
  • Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya.

Referensi:

Ali bin Abi Thalib, ia berkata, “Rasulullah memiliki jari jemari tangan dan kaki yang tebal dan lentik memanjang.” (HR. Ahmad, Al-Mizzi dalam Tandzib Al-Kamal, dan Ibnu Sa’ad)
Dikisahkan oleh Ismail bin Abi Khalid, “Aku mendengar Abu Juhaifa berkata, “Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip dia. “Aku berkata pada Abu Juhaifa, “Coba gambarkan sosok nabi padaku.” Dia berkata, “Dia berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih. Dia berjanji membei kami 13 ekor unta betina, tapu dia terlanjur mati terlebih dahulu sebelum kami menerimanya.” Hadits riwayat Imam Bukhari, vol.IV no.744
Anas bin Malik meriwayatkan: “Rasulullah saw. bertubuh sedang, bercorak kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak pula hitam benar. Rambut beliau dapat dikatakan lurus dan agak berombak. Allah Ta’ala mengangkat beliau sebagai Nabi ketika berusia empat puluh tahun. Sesudah itu beliau sempat tinggal di Mekah selama tiga belas tahun. Lalu di Madinah selama sepuluh tahun. Allah memanggil beliau ke hadirat-Nya pada umur enam puluh tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut beliau.” (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik)
Anas bin Malik meriwayatkan: “Rasulullah (saw) tingginya sedang; tidak tinggi benar maupun pendek; beliau tegap. Rambut beliau tidak keriting namun tidak pula lurus sama sekali. Warna kulit beliau sedang, tapi cerah. beliau berjalan dengan gesit. Melangkah dengan tubuh sedikit condong ke depan.” (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik).
Bara’a bin Aazib (ra) meriwayatkan: “Rasulullah (saw) tingginya sedang, dengan tulang belikat (pundak) yang bidang. Rambut beliau cukup tebal, panjangnya sampai batas telinga. Saya belum pernah melihat sesuatu yang lebih menarik dari beliau. (Hadits Bara’a bin Aazib)
Ali bin Abi Thalib (ra) meriwayatkan: “Rasulullah (saw) tidaklah tinggi; juga tidak pendek. Telapak tangan dan kaki beliau padat berisi. Beliau memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Bulu-bulu halus tumbuh di dada beliau dan terus kebawah sampai pusar. Jika beliau berjalan, melangkahnya seolah-olah seperti turun (meloncat) dari suatu ketinggian. Saya belum pernah melihat beliau diantara sahabat-sahabatnya, dan dari antara orang-orang yang datang sesudah (wafatnya) beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib)
Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar beliau. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut (penuh perhatian). Diantara tulang belikat beliau “tanda” kenabian beliau. Beliau adalah orang yang paling baik hati, orang yang paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja yang mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan khidmat. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintainya. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
Hind bin Abi Halah (ra) menceritakan sebagai berikut: “Rasulullah (saw) memiliki pribadi mulia dan diakui sangat agung dalam pandangan orang yang melihatnya. Wajah beliau bercahaya seterang bulan purnama. Beliau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami tapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepala beliau lebih besar dari rata-rata, dan rambut beliau agak keriting (berombak). Jika dapat dikuakan (dibelah), maka beliau kuakan, Jika tidak dapat maka beliau biarkan saja. Saat rambut beliau agak panjang, akan mencapai kuping telinga beliau. Kulit beliau berwarna cerah dan dahi beliau lebar. Alis mata beliau lengkung hitam dan tebal, diantara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut bila beliau emosi atau bergairah. Hidung beliau agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika kita pertama kali melihatnya, padahal tidak demikian sebenarnya. Beliau berjanggut tipis tapi penuh rata sampai di pipi. Mulut beliau sedang, gigi beliau putih cemerlang dan agak renggang. Pundak beliau bagus dan terpasang kokoh, seperti di cor dengan perak. Anggota tubuh beliau yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan terpasang dengan baik. Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup bulu lebat satupun nampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada dan tumbuh sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas beliau berbulu. Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan beliau agak lebar serta baik telapak tangan maupun kaki beliau padat berisi, jari-jari tangan dan kaki beliau cukup langsing. Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat beliau mencucinya, maka air akan meluncur dengan cepat ke bawah. Jika beliau berjalan, beliau melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tapi beliau melangkah dengan anggun. Langkah beliau panjang dan cepat serta terlihat seperti turun (loncat) dari suatu ketinggian. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian. Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai aturan (dalam Alquran), dan lebih sering melihat ke bawah dari pada ke atas. Beliau tidak pernah memelototi seseorang, pandangan mata beliau selalu menyejukkan. Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh dan beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan.” (Hind bin Abi Halah (ra) telah diceritakan oleh Hasan bin Ali).
Rasulullah (saw) memiliki mulut yang agak lebar, di mata beliau terlihat juga garis-garis merahnya. Dan tumit beliau langsing. Saya berkesempatan melihat Rasulullah (saw) di bawah sinar rembulan, san (saya) perhatikan pula rembulan tersebut, bagi saya beliau lebih indah dari rembulan tersebut.” (Diriwayatkan Jabir bin Samurah)

SIKAP RASULULLAH

Sikap dan bahasa tubuh mencerminkan akhlak yang dimiliki seseorang. Begitupun dengan Rasulullah Muhammad SAW. Tidak heran jika Aisyah r.a menyebut beliau sebagai Qur’an berjalan. Berikut adalah beberapa contoh sikap dan bahasa tubuh beliau tersebut:
Jika berjalan, gerakannya gesit;
Jika melangkah, tubuhnya sedikit condong ke depan, namun tetap terkesan anggun;
Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian;
Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai aturan (dalam Alquran), dan lebih sering melihat ke bawah dari pada ke atas;
Beliau tidak pernah memelototi seseorang;
Pandangan mata beliau selalu menyejukkan;
Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh;
Beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan.

Referensi:

Hind bin Abi Halah (ra) menceritakan sebagai berikut: “Rasulullah (saw) memiliki pribadi mulia dan diakui sangat agung dalam pandangan orang yang melihatnya. Wajah beliau bercahaya seterang bulan purnama. Beliau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami tapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepala beliau lebih besar dari rata-rata, dan rambut beliau agak keriting (berombak). Jika dapat dikuakan (dibelah), maka beliau kuakan, Jika tidak dapat maka beliau biarkan saja. Saat rambut beliau agak panjang, akan mencapai kuping telinga beliau. Kulit beliau berwarna cerah dan dahi beliau lebar. Alis mata beliau lengkung hitam dan tebal, diantara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut bila beliau emosi atau bergairah. Hidung beliau agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika kita pertama kali melihatnya, padahal tidak demikian sebenarnya. Beliau berjanggut tipis tapi penuh rata sampai di pipi. Mulut beliau sedang, gigi beliau putih cemerlang dan agak renggang. Pundak beliau bagus dan terpasang kokoh, seperti di cor dengan perak. Anggota tubuh beliau yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan terpasang dengan baik. Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup bulu lebat satupun nampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada dan tumbuh sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas beliau berbulu. Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan beliau agak lebar serta baik telapak tangan maupun kaki beliau padat berisi, jari-jari tangan dan kaki beliau cukup langsing. Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat beliau mencucinya, maka air akan meluncur dengan cepat ke bawah. Jika beliau berjalan, beliau melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tapi beliau melangkah dengan anggun. Langkah beliau panjang dan cepat serta terlihat seperti turun (loncat) dari suatu ketinggian. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian. Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai aturan (dalam Alquran), dan lebih sering melihat ke bawah dari pada ke atas. Beliau tidak pernah memelototi seseorang, pandangan mata beliau selalu menyejukkan. Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh dan beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan.” (Hind bin Abi Halah (ra) telah diceritakan oleh Hasan bin Ali).
Anas bin Malik meriwayatkan: “Rasulullah (saw) tingginya sedang; tidak tinggi benar maupun pendek; beliau tegap. Rambut beliau tidak keriting namun tidak pula lurus sama sekali. Warna kulit beliau sedang, tapi cerah. beliau berjalan dengan gesit. Melangkah dengan tubuh sedikit condong ke depan.” (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik).

SIFAT RASULULLAH

Mengenali sifat-sifat Rasulullah Muhammad SAW adalah awal penting jika kita serius ingin mengikuti segala keteladanan beliau. Banyak sekali hadits yang menceritakan sifat-sifat beliau yang sangat luar biasa. Diantara sifat-sifat beliau tersebut adalah sebagai berikut:
  • Baik hati;
  • Jujur;
  • Pemalu;
  • Lemah lembut;
  • Rendah hati;
  • Tidak pernah memberatkan orang lain;
  • Sangat sederhana;
  • Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan;
  • Suka memaafkan dan merelakan;
  • Penuh kasih sayang (baca kisah Rasulullah SAW dan bocah malang)
  • Selalu memberi petunjuk;
  • Selalu tersenyum;

Referensi:

Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar beliau. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut (penuh perhatian). Diantara tulang belikat beliau “tanda” kenabian beliau. Beliau adalah orang yang paling baik hati, orang yang paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja yang mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan khidmat. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintainya. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
Abu Sa’id Al-Khudri RA mengatakan: “Rasulullah itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari)
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah. Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah berkata kepadanya: “Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng.” (HR. Ibnu Majah)
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa.Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: Kami, keluarga Muhammad, tidak pernah menyalakan tungku masak selama sebulan penuh, makanan kami hanyalah kurma dan air.” (HR. Al-Bukhari)
Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Rasulullah SAW bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan.(H R. Ahmad)