Fenomena yang Terjadi Pada Saat Lahirnya Rasulullah SAW
Awan gelap Jahiliyah telah menutupi sepenuhnya Jazirah Arab. Perbuatan
buruk dan haram, perang berdarah, pembunuhan memusnahkan seluruh kebajikanHal
itu telah menyebabkan masyarakat Arab
berada dalam situasi yang hina dan penuh kedurhakaan. Pada waktu itulah muncul
bintang pagi kemakmuran; suasana gelap itu kini disinari kelahiran Nabi Suci
yang dinanti-nantikan.Mulalah langkah awal menuju pembangunan peradaban,
kemajuan, dan kemakmuran bagi bangsa terbelakang ini. Segera cahaya ini
menyinari seluruh dunia;
Kelahiran Nabi Muhammad SAW. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah
al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta.Kelahiran baginda
menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam
menyampaikan risalah Islam. Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muttalib bin
Hashim lahir dr rahim ibunda Aminah binti Wahab bin ‘Abdul ManafLahir pada Subuh Isnin, 12 Rabiulawal / 20 April
571M di rumah Abu Talib, Makkah
Al-Mukarramah. Pengasuh pertama: Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman.
Hamba perempuan bapa Rasulullah SAW)
Ibu susu pertama: Thuwaibah
(hamba perempuan Abu Lahab), Ibu susu
kedua: Halimah binti Abu Zuaib As-Sa’diah (lebih dikenali Halimah
As-Sa’diah. Suaminya bernama Abu Kabsyah)Banyak keajaiban yg terjadi pada
kelahiran Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib ini.
Pertama,
ketika nur Muhammad masuk ke
dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga
Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah disekitaran
kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah
lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat, di laut, burung2 yang berkicau sibuk
membincangkannya.
Kedua, semasa
Rasulullah SAW. berada di dalam kandungan, Aminah, beliau tidak merasa susah
sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil. Kehamilannya disadari melalui
berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat
mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan utusan Allah
kepada seluruh umat manusia. Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya
terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.
Keistimewaan
yg Ketiga adl, ketika peperangan
tentara bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang
kota Mekah saat itu.Gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah,
krn sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka.
Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang
menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun
dari langit. Kemudian malaikat tersebut
berdiri di hadapannya. Ia berkata “Kabar bahagia untuk saudara, wahai ibu
daripada seorang nabi. Puteramu itu
menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.” Keadaan ini
diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada
akhir zaman.
Semasa Rosul dilahirkan, bundanya menyaksikan
nur atau cahaya keluar dari tubuh badannya. Cahaya tersebut menyinari sehingga
ke Istana Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan
pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat. Ada juga yang
berpendapat bahwa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia.
Ini
dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahwa
suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah saat melahirkan. Cahaya keluar terang
benderang dari rumah Aminah sehingga beratus-ratus orang Arab datang
menjenguk ke dalam rumahnya.
Ummu Aiman yang berada di situ berasa sangat
takjub lantas jatuh cinta dan tidak semena2 beliau menyusukan . Ada menyatakan
bahawa nabi Muhammad lahir dalam keadaan matanya bercelak dan sudah
dikhitankan…
Keempat, dikatakan
juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ
mengalami kerusakan dan kemusnahan. Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib,
“Ketika aku sedang berada di Ka'bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan
sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar
suara dari dinding Kaabah berkata, “telah lahir nabi pilihan yang akan
membinasakan orang kafir dan
mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan
Yang Maha Mengetahui.” Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kepada
kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekaligus sebagai bukti kerasulannya.
Di samping itu, bukti -bukti
tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat,
Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir. dunia bertambah subur… Bumi yang
kering kontang mula dipenuhi pohon dalam satu malam saja….. Hewan ternak yang kurus, tidak berdaging dan
bersusu…. Semuanya gemuk dan susunya keluar tanpa2 putus2… Abu Lahab, bapa saudara Nabi SAW membebaskan
hamba perempuannya Thuwaibah untuk tujuan menjadi ibu susu nabi SAW .
Sebab itulah setiap hari Isnin di dalam neraka
Abu Lahab diringankan sedikit hukuman disebabkan kegembiraannya menyambut
kelahiran Nabi Muhammad SAW
Akhirnya datang juga
wanita-wanita Keluarga Sa’d yang akan menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang
mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak
yatim, karena mereka mengharapkan upah yang lebih. Sedang dari anak-anak yatim
sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu
tak ada yang mau mendatangi Muhammad. Salah seorang dari mereka,
Halimatussa'diyah, ternyata tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya. Halimah
dan suami datang dengan menaiki unta yang kurus…Setelah mereka akan
meninggalkan Mekah, Halimah memutuskan untuk mengambil Muhammad. Dia bercerita,
bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Unta kurus yang
dinaikinya tadi sihat dan gemukSejak memelihara Insan Mulia tersebut, Ternak
kambingnya yang kurus2 semuanya menjadi gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan
telah memberkati semua yang ada padanya. Selama dua tahun Muhammad tinggal di
sahara, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima’, puterinya. Udara sahara
dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar,
dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya.
Begitulah
fenomena2 yg terjadi saat kelahiran
Insan Kamil Baginda Yg mulia Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam.
Gembira dan senang dengan adanya Rasulullah SAW
adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Al-Qur'an, yaitu firman Allah SWT:
( قُلْ
بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا
يَجْمَعُونَ )[يونس:58]
"
Katakanlah dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya , hendaklah dengan itu mereka
bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang
mereka kumpulkan".
Allah SWT
telah memerintahkan kita untuk bergembira atas rahmat yang Allah berikan kepada
kita. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah rahmat yang paling mulia dan yang
paling besar bagi kita. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:
"
وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين )[الأنبياء:107].
"
Kita tidak mengutusmu kecuali sebagi rahmat bagi semua yang ada dialam semesta
كُنتُمْ
خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
Kamu
(wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah)
umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan
melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu
pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). (Surah Ali `Imran:
110)
Profil Sang Panglima
Kolom ini berisikan tentang profil singkat Rasulullah SAW sekaligus mengandung penjelasan tentang nasab, istri, keturunan, sampai sifat jasmani dan ruhani Rasulullah SAW. Allahumma shalli wasallim wa baarik alaihi.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nasab dan Keluarga Nabi Muhammad SAW
Biografi Singkat Istri - Istri Rasulullah SAW
Putra Putri Rasulullah SAW
Sifat Jasmani Rasulullah SAW
Sifat Ruhani Rasulullah SAW
Sifat Ruhani / Akhlak Nabi Muhammad SAW
Kesempurnaan Jiwa dan Kemuliaan Akhlak
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lain daripada yang lain karena kefasihan bicaranya, kejelasan ucapannya, yang selalu disampaikan pada kesempatan yang paling tepat dan di tempat yang tidak sulit diketahui, lancar, jernih kata-katanya, jelas pengucapan dan maknanya, mengkhususkan pada penekanan-penekanan hukum, mengetahui logat-logat bangsa Arab, berbicara dengan kafilah bangsa Arab menurut logat masing-masing, berdialog dengan mereka menurut bahasa masing-masing, ada kekuatan pola bahasa Badui yang cadas berhimpun pada dirinya, begitu pula kejernihan dan kejelasan cara orang bicara orang yang sudah beradab, berkat kekuatan datang dari Ilahi dan dilantarkan lewat wahyu. Beliau adalah orang yang lembut, murah hati, mampu menguasai diri, suka memaafkan ketika memegang kekuasaan dan sabar saat ditekan. Ini semua merupakan sifat-sifat yang diajarkan Allah.
Orang yang murah hati bisa saja tergelincir dan terperosok. Tetapi sekian banyak gangguan yang tertuju kepada beliau justru menambah kesabaran beliau. Tingkah pola orang-orang bodoh yang berlebih-lebihan justru menambah kemurahan hati beliau. Aisyah berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam harus memilih di antara dua perkara, tentu beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya, selagi itu bukan dosa. Jika suatu dosa, maka beliaulah orang yang paling menjauh darinya. Beliau tidak membalas untuk dirinya sendiri kecuali jika ada pelanggaran terhadap kehormatan Allah, lalu beliau membalas karena Allah. Beliau adalah orang yang paling tidak mudah marah dan paling cepat ridha.”
Di antara sifat kemurahan hati dan kedermawanan beliau yang sulit digambarkan bahwa beliau memberikan apa pun dan tidak takut menjadi miskin. Ibnu Abbas berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau paling menonjol adalah pada bulan Ramadhan saat dihampiri Jibril beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, untuk mengajarkan Alquran kepada beliau. Beliau benar-benar orang yang paling murah hati untuk hal-hal yang baik lebih hebat.”
Jabir berkata, “Tidak pernah beliau dimintai sesuatu, lalu menjawab, “Tidak.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kebenaran, patriotisme, dan kekuatan yang sulit diukur dan tidak terlalu sulit untuk diketahui di mana keberadaannya. Beliau adalah orang yang paling pemberani mendatangi tempat-tempat yang paling sulit. Berapa banyak para pemberani dan patriot yang justru lari dari hadapan beliau. Beliau adalah orang yang tegar dan tidak bisa diusik, terus maju dan tidak mundur serta tidak gentar. Siapa pun orang pemberani tentu akan lari menghindar dari hadapan beliau. Ali berkata, “Jika kami sedang dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tak seorang pun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau.”
Anas berkata, “Suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh sebuah suara. Lalu orang-orang semburat menuju ke sumber suara tersebut. Mereka bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah kembali dari sumber suara tersebut. Beliau lebih dahulu datang ke sana daripada mereka. Saat itu beliau menunggang kuda milik Abu Thalhah dan di leher beliau ada pedang. Beliau bersabda, “Kalian tidak usah gentar. Kalian tidak usah gentar!”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling malu dan suka menundukkan mata. Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Beliau adalah orang yang lebih pemalu daripada gadis di tempat pingitannya. Jika tidak menyukai sesuatu, maka bisa diketahui dari raut mukanya.”
Beliau tidak pernah lama memandang ke wajah seseorang, menundukkan pandangan, lebih banyak memandang ke arah tanah daripada memandang ke arah langit, pandangannya jeli, tidak berbicara langsung di hadapan seseorang yang membuatnya malu, tidak menyebut nama seseorang secara jelas jika beliau dengar sesuatu yang kurang disenanginya, tetapi beliau bertanya, “Mengapa orang-orang itu berbuat begitu?” Beliau memang pas seperti yang dikatakan Al-Farazdaq dalam syairnya,
“Menunduk karena malu dan menunduk karena enggan tiada berbiacara dengan seseorang kecuali saat tersenyum.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling adil, paling mampu menahan diri, paling jujur perkataannya, dan paling besar amanatnya. Orang yang mendebat dan bahkan musuh beliau pun mengakui hal ini. Sebelum nubuwah beliau sudah dijuluki Al-Amin (orang yang dipercaya). Sebelum Islam dan pada masa Jahiliyah beliau juga ditunjuk sebagai pengadil. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ali, bahwa Abu Jahl pernah berkata kepada beliau, “Kami tidak mendustakan apa yang engkau bawa.” Karena itu kemudian Allah menurunkan ayat tentang orang-orang yang mendustakan itu.
فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِئَايَاتِ اللهِ يَجْحَدُونَ“Mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (QS. Al-An’am: 33)
Heraklius mengajukan pertanyaan kepada Abu Sufyan, “Apakah kalian menuduhnya dusta sebelum mengatakan apa yang dia katakan?” Abu Sufyan menjawab, “Tidak.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tawadhu’ (rendah hati) dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan terhadap para raja. Beliau biasa menjenguk orang sakit, duduk bersama orang miskin, memenuhi undangan hamba sahaya, duduk di tengah para sahabat, sama seperti keadaan mereka. Aisyah berkata, “Beliau biasa menambal terompahnya (sandal), menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri, seperti yang dilakukan salah seorang di antara kalian di dalam rumahnya. Beliau sama dengan orang lain, mencuci pakaiannya, memerah air susu dombanya, dan membereskan urusannya sendiri.”
Beliau adalah orang yang paling aktif memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus akhlaknya, paling jauh dari akhlak yang buruk, tidak pernah berbuat kekejian dan menganjurkan kepada kekejian, bukan termasuk orang yang suka mengumpat dan mengutuk, bukan termasuk orang yang suka membuat hiruk pikuk di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa tetapi memaafkan dan lapang dada, tidak membiarkan seseorang berjalan di belakangnya, tidak mengungguli hamba sayaha dan pembantunya dalam masalah makan dan pakaian, membantu orang yang justru seharusnya membantu beliau, tidak pernah membentak pembantunya yang tidak beres atau tidak mau melaksanakan perintahnya, mencintai orang-orang miskin dan suka duduk-duduk bersama mereka, menghadiri jenazah mereka, tidak mencela orang miskin karena kemiskinannya.
Dalam sebuah perjalanan, beliau memerintahkan untuk menyembelih seekor domba. Seseorang berkata, “Akulah yang akan menyembelihnya.” Yang lain berkata, “Akulah yang akan mengulitinya.” Yang lain berkata, “Akulah yang akan memasaknya.” Lalu beliau bersabda, “Akulah yang akan mengumpulkan kayu bakarnya.” Mereka berkata, “Kami akan mencukupkan bagi engkau.”
Beliau bersabda, “Aku sudah tahu kalian akan mencukupkan bagiku. Tetapi aku tidak suka berbeda dari kalian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai hamba-Nya yang berbeda di tengah-tengah rekan-rekannya. Setelah itu beliau bangkit lalu mengumpulkan kayu bakar.”
Kita beri kesempatan kepada Hindun bin Abu Halah untuk menggambarkan sifat-sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti tampak berduka, terus menerus berpikir, tidak punya waktu untuk istirahat, tidak berbicara jika tidak perlu, lebih banyak diam, memulai dan mengakhiri perkataan dengan seluruh bagian mulutnya dan tidak dengan ujung-ujungnya saja, berbicara dengan menggunakan kata-kata yang luas maknanya, terinci tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, dengan nada yang sedang-sedang, tidak terlalu keras dan tidak terlau pelan, mengagungkan nikmat sekalipun kecil, tidak mencela sesuatu, tidak pernah mencela rasa makanan dan tidak terlalu memujinya, tidak terpancing untuk cepat-cepat marah jika ada sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, tidak marah untuk kepentingan dirinya, lapang dada, jika memberi isyarat beliau memberi isyarat dengan seluruh telapak tangannya, jika sedang kagum beliau dapat membalik kekagumannya, jika sedang marah beliau berpaling dan tampak semakin tua, jika sedang gembira beliau menundukkan pandangan matanya. Tawanya cukup dengan senyuman, yang senyumnya mirip dengan butir-butir salju.
Beliau menahan lidahnya kecuali untuk hal-hal yang dibutuhkan, mempersatukan para sahabat dan tidak memecah belah mereka, menghormati orang-orang yang memang dihormati di setiap kaum dan memberikan kekuasaan kepadanya atas kaumnya, memperingatkan manusia, bersikap waspada terhadap mereka, tanpa menyembunyikan kabar gembira yang memang harus diberitahukan kepada mereka.
Beliau mengawasi para sahabat, menanyakan apa yang terjadi di antara manusia, membaguskan yang bagus dan membenarkannya, memburukkan yang buruk dan melemahkannya, sederhana dan tidak macam-macam, tidak lalai karena takut jika mereka lalai dan bosan, setiap keadaan bagi beliau adalah normal, tidak kikir terhadap kebenaran, tidak berlebih-lebihan kepada orang lain, berbuat lemah lembut kepada orang yang paling baik. Orang yang paling baik di mata beliau adalah orang yang paling banyak nasihatnya, dan orang yang paling besar kedudukannya di mata beliau adalah orang yang paling baik perhatian dan pertolongannya.
Beliau tidak duduk dan tidak bangkit kecuali dengan dzikir, tidak membatasi berbagai tempat dan memilih tempat yang khusus bagi beliau, jika tiba di suatu pertemuan beberapa orang, beliau duduk di tempat yang paling akhir di dalam pertemuan itu dan beliau memerintahkan yang demikian itu, memberikan tempat kepada setiap orang yang hadir dalam pertemuan beliau sehingga tidak ada orang yang hadir di situ bahwa seseorang merasa lebih terhormat dari beliau. Siapa pun yang duduk bersama beliau atau mengajaknya bangkit untuk keperluan, maka dengan sabar beliau melayaninya sehingga orang itulah yang beranjak dari hadapan beliau. Siapa pun yang meminta suatu keperluan, maka beliau tidak pernah menolaknya. Beliau selalu membuka diri kepada manusia, sehingga beliau layaknya bapak bagi mereka. Mereka selalu berdekatan dengan beliau dalam masalah kebenaran, menjadi utama di sisinya karena takwa. Majelisnya adalah majelis yang dipenuhi kemurahan hati, malu, sabar, dan amanat, tidak ada suara yang melengking, tidak dikhawatirkan ada pelanggaran terhadap kehormatan, mereka saling bersimpati dalam masalah ketakwaan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, dan mengasihi orang asing.
Beliau senantiasa gembira, murah hati, lemah lembut, tidak kaku dan keras, tidak suka mengutuk, tidak berkata keji, tidak suka mencela, tidak suka memuji, pura-pura lalai terhadap sesuatu yang tidak menarik dan tidak tunduk kepadanya, meninggalkan tiga perkara dari dirinya: riya, banyak bicara, dan membicarakan sesuatu yang tidak perlu. Beliau meninggalkan manusia dari tiga perkara: tidak mencela seseorang, tidak menghinanya, dan tidak mencari-cari kesalahannya. Beliau tidak berbicara kecuali dalam hal-hal yang beliau mengharapkan pahalanya. Jika beliau berbicara, orang-orang yang hadir di majelisnya diam, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Jika beliau diam, maka mereka baru bicara. Mereka tidak berdebat di hadapan beliau. Jika ada seseorang berbicara saat beliau berbicara, mereka menyuruhnya diam sehingga beliau selesai berbicara. Beliau tersenyum jika ada sesuatu yang membuat mereka tersenyum, mengagumi sesuatu yang membuat mereka kagum, sabar mengahadapi kekasaran orang asing. Beliau bersabda, ‘Jika kalian melihat orang yang ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, maka bantulah ia.’ Beliau tidak mencari pujian kecuali dari orang yang memang pantas.”
Kharijah binti Zaid berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling mulia di dalam majelisnya, hampir tidak ada yang keluar dari pinggir bibirnya. Beliau lebih banyak diam, tidak berbicara yang tidak diperlukan, berpaling dari orang yang berbicara dengan cara yang tidak baik. Tawanya berupa senyuman, perkataannya terinci, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Para sahabat tertawa jika beliau tersenyum, karena mereka hormat dan mengikuti beliau.”
Secara umum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah gudangnya sifat-sifat kesempurnaan yang sulit dicari tandingannya. Allah membimbing dan membaguskan bimbingan-Nya sampai-sampai Allah berfirman terhadap beliau seraya memuji beliau,
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam: 4)
Sifat-sifat yang sempurna inilah yang membuat jiwa manusia merasa dekat dengan beliau, membuat hati mereka mencintai beliau, menempatkan beliau sebagai pimpinan yang menjadi tumpuan harapan hati. Bahkan orang-orang yang dulunya bersikap keras terhadap beliau berubah menjadi lemah lembut, hingga akhirnya manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.
Sifat-sifat yang sudah disebutkan di sini hanya sebagian kecil dari gambaran kesempurnaan dan keagungan sifat-sifat beliau. Hakikat sebenarnya yang menggambarkan sifat dan ciri-ciri beliau adalah sesuatu yang tidak bisa diketahui secara persis hingga detil-detilnya. Adakah orang yang mengaku bisa mengetahui hakikat diri manusia yang paling sempurna dan mendapat cahaya Rabbnya sehingga akhlaknya pun adalah Alquran?
Ya Allah, rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Sumber: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahma al-Mubarakfuri, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan 2 2009